Tulisan ini merupakan ringkasan atas posting Nofie Iman tentang beberapa kesalahan yang sering dilakukan para blogger pemula. Semoga bermanfaat bagi semua, termasuk saya yang juga pemula!

Kesalahan 1: Launching sebelum ada theme yang jelas.

Sudah cukup lama saya menulis blog, mungkin sekitar 5 tahun yang lalu (seingat saya msn/celetukers masih hidup waktu itu). Saya juga telah banyak mencoba beberapa blogging tools mulai dari Diaryland, Pitas, Blogger, Greymatter, b2 (yang kemudian berkembang menjadi b2evolution dan WordPress), Nucleus, Movable Type, Drupal, Mambo, script modifikasi sendiri, dan masih banyak lagi. Kebanyakan dari blogging tools tersebut menawarkan theme default. Lazimnya seorang pemula, mereka biasanya tetap bertahan pada theme tersebut selama beberapa waktu.

Jika Anda benar-benar serius ingin menjadi blog dengan pembaca yang loyal, maka sudah sepantasnya Anda membuat theme tersendiri. Memang benar, urusan theme sangat teknis sekali. Tapi setidaknya, cobalah cari theme yang unik. Lakukan modifikasi, walaupun hanya ala kadarnya. Yang penting, modifikasi tersebut sudah cukup membedakan blog Anda dari blog-blog lain yang ada di internet. Kalau ada kesulitan, tanyalah baik-baik dengan para blogger senior, berkunjunglah di berbagai forum, cobalah aktif di mailing list terkait. Rata-rata, mereka dengan senang hati akan membantu Anda.

Kesalahan 2: Unregularly posting.

Ketika Anda memutuskan membuat sebuah blog, berarti Anda berkomitmen untuk mengisinya secara periodik. Memang benar bahwa disiplin adalah sikap yang agak sulit dipertahankan. Saya sendiri, jujur saja, juga sering tidak mengisi blog secara periodik. Entah karena keterbatasan waktu, kelupaan, atau alasan lain yang bisa saja muncul. Padahal, 500 kata atau 2-3 link yang menarik saja sudah cukup dituangkan dalam sebuah posting.

Memelihara blog sama halnya dengan memelihara hewan atau tumbuhan peliharaan. Anda harus memberinya makan atau menyiraminya secara periodik. It’s okay, ketika Anda sekali waktu lupa memberinya makan. Tetapi, jika hal itu terus-terusan Anda lakukan, tahu sendiri kan akibatnya?

Kesalahan 3: Obsesi berlebihan pada komentar, trackback, dan statistik.

Pertama kali saya menulis blog, saya selalu beranggapan bahwa sebuah posting belum ada artinya kalau belum diberi komentar atau ditrackback dari blog/website lain. Pada awal-awal masa blogging, saya selalu mengecek komentar (via RSS) setiap satu-dua jam sekali. Pada awal-awal masa blogging, saya juga selalu rajin membuka statistik (favorit saya Awstats dan Webalizer), hanya untuk melihat trafik, keyword yang mengacu pada blog saya, sampai segmentasi pengunjung blog saya.

Tapi kemudian saya sadar bahwa hal itu terkadang justru sia-sia. Yang terpenting bukanlah komentar, trackback, atau statistik. Sepanjang Anda mempunyai tulisan yang baik, format yang enak dibaca, dan visi atau sasaran yang jelas, pengunjung akan datang dengan sendirinya. Percayalah, obsesi berlebihan pada komentar, trackback, atau statistik, hanya akan membuahkan depresi pada diri Anda.

Kesalahan 4: Obsesi berlebihan pada fitur.

Pertama kali saya mempunyai blog, saya cenderung obsesif pada fitur-fitur yang sebetulnya belum terlalu diperlukan. Lihat saja, saat ini begitu banyak fitur aksesori yang ditawarkan bagi para blogger. Sebut saja blogshares, blogsnob, Amazon wishlist, flickr, del.icio.us, podcasting, Google Adsense, dan masih banyak lagi.

Saya pribadi, secara subyektif, lebih mengutamakan fitur yang standar. Sindikasi Atom/RSS/RDF mungkin sudah menjadi kebutuhan primer saat ini. Tapi lebih dari itu, saya beranggapan bahwa pengunjung mencari informasi yang unik dan orisinil. Sah-sah saja Anda menambahkan fitur ini-itu di dalam blog Anda. Tapi sebelumnya, pastikan bahwa mereka memang membutuhkannya, atau setidaknya, mereka tidak merasa terganggu dengan itu.

Kesalahan 5: Mana yang penting dan mana yang tidak penting.

Banyak blogger pemula, terutama remaja, yang memposting hal-hal remeh seperti berapa kali mereka bersin dalam satu hari, seberapa banyak gebetan mereka menelpon atau kirim sms setiap harinya, bagaimana guru mereka begitu menyebalkan hari itu, dan hal-hal yang sama sekali tidak esesnsial lainnya.

Jangan salah sangka. Saya dulu juga sering melakukan hal serupa. Bagaimana kencan pertama saya, beberapa cewek yang layak dijadikan kecengan dan siapa saja mereka, atau gosip-gosip picisan yang beredar di kampus, dan hal-hal sepele yang kurang berarti. Memang benar bahwa blog serupa dengan online diary. Tapi mohon bedakan antara hal-hal yang harus ditulis di dalam blog dan hal-hal yang cukup ditulis dalam diary pribadi saja.

Kesalahan 6: Copy-paste yang pasrah.

Blankspot tidak hanya terjadi dalam hal telekomunikasi saja. Saya sendiri juga sering mengalami hal serupa. Kadang kepala terasa begitu kosong sehingga sama sekali tidak ada inspirasi untuk menulis. Terkadang malah kepala ini seolah begitu banyak mengingat memori sehingga justru kebingungan dalam memilih mana hal yang bisa ditulis dan dituangkan dalam blog.

Karena kebingungan itu, tak jarang saya kemudian sembarang melakukan copy-paste secara pasrah untuk diposting begitu saja dalam blog saya. Isinya pun beragam, mulai dari puisi gombal, lirik lagu, humor dan lelucon, berita, atau artikel, dan masih banyak lagi. Padahal, seperti sudah ditulis sebelumnya, pengunjung sesungguhnya mencari informasi yang unik dan orisinil. Jadi, kalau pun terpaksa melakukan copy-paste, ingatlah selalu untuk mencantumkan sumber aslinya, jangan dijiplak mentah-mentah begitu saja, dan lebih bagus lagi jika setidaknya ada satu-dua kalimat yang berisi komentar atau tanggapan unik dari Anda.

Kesalahan 7: Ambisi yang berlebihan.

Beberapa blogger pemula, seperti juga saya, terkadang berharap agar bisa segera mencapai ketenaran di dunia blogging dalam sekejap. Jelas saja hal itu adalah sesuatu yang mustahil. Bahkan penulis buku/novel best-seller saja hanya menulis satu-dua paragraf per hari, kemudian meninggalkannya untuk melakukan aktivitas lain, dan menyelesaikannya secara bertahap di lain waktu.

Dalam dunia blogging, ketenaran tidak diperoleh dalam satu hari. Kalau Anda menginginkan ketenaran itu, lakukan saja dengan sabar. Tentukan target yang realistis dan masuk akal. Jangan egois. Lakukan blogwalking dan tinggalkan komentar yang cukup bermutu di blog lain. Balas dengan baik email atau komentar yang masuk ke blog Anda. Toh, Roma juga tidak dibangun dalam sehari semalam, bukan?

Kesalahan 8: Alamat URL yang tak pernah berhenti berlari.

Mungkin ini sudah kurang relevan saat ini. Tapi jaman dulu, sangatlah sulit (dan mahal) untuk mendapatkan domain dan hosting yang cukup reliable. Solusinya, fasilitas hosting gratisan menjadi jawaban. Saya dulu juga menggunakan begitu banyak layanan gratisan, mulai dari Geocities, Tripod, F2S, Portland.co.uk, Host.sk, Singcat, dan bahkan numpang di hosting milik teman.

Sepintas, dari sisi biaya memang merupakan solusi praktis yang hemat biaya. Tetapi, sadarlah bahwa there’s no free lunch. Satu demi satu fasilitas gratisan itu mulai berguguran. Mereka mulai membatasi bandwidth, fasilitas, menghapus akses FTP dan CGI, dan sebagian yang lain mulai memberlakukan biaya yang justru lebih tinggi. Akibatnya, saya harus sering-sering gonta-ganti alamat URL. Anda tentu juga sering merasa jengkel bukan ketika teman Anda sering berganti nomor sehingga ketika Anda membutuhkannya, sangat sulit bagi Anda untuk menghubunginya?

Oke. Nampaknya itu saja dari saya. Saya juga bukan contoh seorang blogger yang baik. Tapi tidak ada salahnya untuk sama-sama belajar dari kesalahan-kesalahan itu. Mari.